Book Launching dan Talkshow Bentang Pustaka

Beberapa waktu yang lalu, Paberland (Forum Bacaan Anak) mengadakan audisi fabel untuk diikutsertakan dalam proyek antologi fabel. Buku ini akan diterbitkan oleh Penerbit Bentang.

Meskipun saat itu naskah saya belum rezeki untuk terpilih, saya cukup bahagia karena sudah mendapatkan banyak ilmu dari kelas yang khusus digelar dalam rangka audisi.

Peserta diberikan materi dan kesempatan menulis. Tugasnya pun mendapat masukan sangat berarti dari sang mentor.

Oleh-Oleh Menulis dari Book Launching dan Talkshow Bentang Pustaka


launching buku terima kasih otta


Hari ini, tepatnya 16 Maret 2024, buku berjudul Terima Kasih Otta! Launching. Beberapa penulis terpilih dari 10 orang penulis menceritakan pengalaman di balik layar naskah dimuat.

“Nggak mudah menyelesaikan naskah sebanyak lima halaman!”

Saya ikut mengiyakan. Perkara 24 halaman saja banyak teman yang mengeluh lebih mudah menulis skripsi ratusan halaman, ya. Nah, ini malah dalam 5 halaman saja sudah selesai. Pasti butuh energi juang yang tak biasa untuk menyelesaikannya.

Dari diskusi tersebut, setidaknya ada beberapa poin yang bisa saya tangkap. Maklum, saat mengikuti acara saya sedang kebagian jatah dinas pagi, mendengarkan paparan nggak bisa terlalu detail.

Ide menulis bisa didapat dari lingkungan terdekat

Mba Dita, salah seorang penulis, mengungkapkan bahwa ide naskahnya berasal dari anak-anak beliau yang ingin naik kereta. Dari ide tersebut ia mengolah cerita sedemikian rupa sehingga naskahnya berhasil memikat juri.

Peran mentor sangat penting


Mba Wyl bilang, sebagai admin KPBA (Komunitas Pencinta Bacaan Anak) ia mengemban beban moral juga kalah sampai kalah audisi. Alhamdulillah Mba Wyl berhasil melewati tantangan. Walaupun untuk menuliskan naskahnya ia harus menggedor mentor secara pribadi.

Sertakan Lokalitas dalam Naskah


Memang cukup banyak naskah cerita yang selalu menyenangkan jika dikaitkan dengan unsur lokalitas. Mba Wyl juga demikian. Pemilihan latar Pasar Terapung dan hewan endemik Bekantan berhasil membuat juri terpukau pada naskahnya.

Menulis cerita anak memang rupa-rupa rasanya. Proses panjang diperlukan sampai akhirnya ide beralih rupa menjadi buku yang disukai pembaca cilik. Kita, sebagai penulis buku anak, harus meu berproses, yakni mengosongkan gelas dalam tiap perjalanan kepenulisan di dunia yang diliputi keceriaan ini. (*)
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url