Decluttering bagi Penulis, Penting Nggak, sih?

Ada satu kata yang menarik perhatian saya dalam sebulan terakhir, yakni decluttering. Meskipun dahulu bahasa Inggris pernah dipelajari, tetapi karena jarang menggunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetap saja perlu nyontek arti kata dari google terjemahan, hahaha.

Berdasarkan pengertian di sana, didapatkan arti pengertian decluttering yaitu merapikan. Merapikan di sini bisa dalam konteks apa saja, termasuk merapikan barang digital, misalnya, folder, email, dan blog.

Seberapa Penting Decluttering Bagi Penulis?


decluttering-bagi-penulis


Ketika tulisan ini dibuat, saya setidaknya telah melakukan 5 hal decluttering berhubungan dengan dunia literasi. Yuk, ikuti ulasan lanjut, siapa tahu bisa menjadi salah satu inspirasi berharga buat sobat. 

Pengelompokan Folder di Tab Google Chrome


Decluttering-email-penulis


Dalam sebuah kesempatan saya belajar tentang ilmu blog dengan Mbak Rini Novita Sari. Sewaktu beliau memperlihatkan tampilan layar chrome-nya, saya cukup tertarik ketika melihat folder beliau tersusun rapi. Semua judul foldernya juga gurih, seperti job blog dan lomba blog.

Saya jadi belajar dari hal tersebut. Awalnya sempat tanya-tanya beliau lalu coba praktik sendiri. Alhamdulillah, udah nggak bingung lagi ketika banyak tab yang mau dijadikan favorit, tapi ketika mau dibuka, eh malah nggak terlihat saking banyaknya tab, hahaha, nggak ringkas banget sih.

Pemisahan Dompet Literasi


Dua tahun terakhir saya juga rajin memisahkan nomor rekening menjadi tujuan gaji, fee literasi dan belanja sehari-hari. Untuk fee literasi memang sampai hari ini saya niatkan nggak akan diambil kecuali untuk alasan mendesak dan itu pun harus diganti.

Tujuannya biar terlihat kurva hasilnya apakah meningkat atau sebaliknya? Sengaja saya bilang dompet literasi karena tak semua job berasal dari blog, ada pula dari dari buku, jasa desain, hadian lomba/giveaway, dan lainnya sehubungan dengan manisnya cuan dari hobi.

Melakukan Site Audit


Saat saya mendapat email tentang performa blog yang cukup jelek, saya cukup sedih. Lalu saya pun mencoba mencari tahu bagaimana cara untuk membuat nilai yang tertera nggak anjlok-anjlok banget. 

Syukurlah, google terjemahan membantu saya memahami instruksi perbaikan performa blog. Ohya, saya pernah menggunakan MoZ dan Screaming Frog untuk audit berdasarkan arahan di kelas terbatas. Kali ini saya mencoba menggunakan Ahrefs.

Bersih-Bersih Email


Bersih-bersih email ternyata cukup baik bagi lingkungan. Saya pernah baca artikel tentang itu karena ada energi besar yang diperlukan cloud untuk menyimpan email kita sementara kita sebenarnya sudah membaca dan tidak memerlukan email itu lagi.

Belum lagi kapasitas google drive yang juga semakin terbantu jika email rajin dibersihkan. Ya, meski google menyediakan fasilitas tambah ruang jika ingin upgrade, tentu saja saya tak menampik juga suka versi gratisan yang dimaksimalkan untuk banyak keperluan. :D

Blog Sesuai Niche


Tentang blog memang impian sejak lama saya. Ketika mengetahui beberapa teman blogger punya lebih dari satu blog. Mereka mengisi masing-masing blog berbeda dengan blog lain, menyesuaikan niche.

Cukup lama saya mengetahui hal ini tetapi merasa belum bisa. Dan memang benar kalau ada sesuatu yang harus dimulai dengan keterpaksaan untuk menjadi sebuah kebiasaan.

Saya mengikuti tantangan menulis di blog dalam rangkaian TRIDOP. Setiap ramadan pernah pula mengikuti tantangan menulis oleh beberapa komunitas. Hasilnya, blog baru yang diniatkan ikut tantangan biar lekas terisi artikel organik, alhamdulillah sudah bisa memberikan hasil sekarang.

Saya sangat terbantu untuk urusan biaya perpanjangan domain dan jajan template. Kadang juga perlu meminta bantuan tenaga teknis untuk beberapa hal terkait kode-kode html.

Saat ini saya punya blog khusus kesehatan dan teknologi, blogging, literasi baca tulis, menyusul tentang buku dan dunia pekerjaan saya. Meski begitu saya tetap terbuka untuk postingan di luar niche, karena setelah menjadi blogger, saya baru tahu ada yang disebut bridging, yakni saat satu tulisan bisa berhubungan dengan tulisan lain dengan begitu lembut.

Penutup


Decluttering ini ternyata bermanfaat bagi kesehatan mental juga, lo, Sobat Syl. Saat ia dilaksanakan, kita jadi lebih mudah dalam menemukan dan melakukan pemantauan. Selanjutnya juga berguna untuk evaluasi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup.

Gimana pendapat sobat tentang decluttering? Apakah sobat pernah melakukan decluttering juga? Berbagi di kolom komentas juga, yuk! (*)
Karunia Sylviany Sambas
Karunia Sylviany Sambas Saya adalah seorang tenaga kesehatan yang suka menulis, membaca dan mempelajari hal-hal baru. Alamat surel: karuniasylvianysambas@gmail.com Selain di sini, saya juga menulis di Rekam Jejak Sang Pemimpi, Ketika Jejakku Menginspirasimu, Berlayar & Menambatkan Impian, Meniti Jembatan Impian, Jejak Inspirasi Sylviany, Cakrawala Baca Sylvia

7 komentar untuk "Decluttering bagi Penulis, Penting Nggak, sih?"

  1. Baru tahu kalau dalam dunia blogging juga ada decluttering. Dengan decluttering membantu lebih mudah menemukan file yg dicari.

    BalasHapus
  2. Iya nih aku juga sedang membersihkan email2 yang sudah tidak berguna lagi alias jadi sampah. Google drive juga dicek, ternyata banyak file jadul yang ga terpakai lagi dan ga usah jadi kenangan hahahaha :D Perlu banget file2 tulisan dirapikan. AKu sejak awal ada folder khusus dikumpulkan dari judul pertama ngeblog ada sih alhamdulillaah.

    BalasHapus
  3. Decluterring memang sangat membantu sekali. Apalagi saat butuh rujukan, tanpa folder yg sdh rapi kita malah akan membuang-buang waktu mencari file hehe... *pengalaman

    BalasHapus
  4. Setuju banget mbak. Membiasakan punya file dan folder yg rapi tuh enak banget bikin kita ga bingung saat butuh sesuatu. Udah langsung tau jarus kemana nyarinya. Bersihin email tu juga harus rutin. Makasih banvet remindernya

    BalasHapus
  5. Decluttering belum sepenuhnya saya lakukan untuk kerapian dokumen. Terkadang bersih-bersih email. Tapi belum diaplikasikan untuk dokumentasi keperluan blog. Penting aih ya, terima kasih insightnya Mbak

    BalasHapus
  6. Sepertinya saya harus melakukan juga nih, blog aku dan penyimpanan google aku berantakan udah sering hapus 2 masih aja gak rapi. Udah upgrade penyimpanan google tetep aja sering kurang.. tapi apalah daya aku gaptek kadang yang penting ikut kehapus yang gak penting muncul terus... Terima kasih Mbak..

    BalasHapus
  7. Saya masih belum rapi juga menata dan membersihkan isi laptop...apalagi emaill..biasanya baru saya bersihkan setelah beberapa bulan

    BalasHapus