Derak Legacy untuk Penulis Cerita Anak

Bahasan kali ini membuat saya harus berpikir keras dengan penuh rasa kepercayaan diri. Tak lupa dengan menyemai harapan banyak bahwa apa yang saya tuliskan hari ini bisa membawa kebermanfaatan lebih banyak di kemudian hari.

Legacy berarti warisan dalam bahasa Indonesia. Warisan yang ingin saya sampaikan adalah prinsip sederhana bagi penulis cerita anak pendatang baru.

Legacy Penulis Cerita Anak


legacy-penulis-cerita-anak

Apakah prinsip-prinsip yang ingin diwariskan bagi generasi selanjutnya itu? Dalam postingan kali ini, tentu saja saya ingin mewariskan sesuatu yang berharga bagi calon penulis cerita anak masa depan.

Baiklah, tanpa berpanjang kata lebih lama, ini dia beberapa poin besar beserta penjelasannya.

Menghasilkan cuan dari tulisan cerita anak bukan pekerjaan satu malam


Jadi, pernahkah sobat melihat hasil karya teman kita tayang di media, buku yang terbit secara tiba-tiba, dan hasil lomba yang memuat berita kemenangan teman. Kita lantas tersenyum miris. Teringat hasil karya kita yang ternyata belum juga mendapatkan hasil terbaik.

Kita sudah berusaha. Kita sudah berdoa. Kok duka masih saja menerpa? Di sinilah kita perlu menyadari bahwa apa yang didapatkan teman kita tersebut adalah hasil kerja keras dan doanya selama sekian waktu.

Kita sedang membangun masa depan. Tentu saja tak serupa membangun candi Prambanan dalam satu malam.

Jangan pernah berhenti mengirimkan naskah cerita anak ke media


Jika hari ini kita sedang berada di fase rajin mengirim naskah ke media. Lantas di hari Minggu, tak satupun naskah kita tayang. Rasa kecewa pasti ada, rasa malas mengirim bisa jadi menghampiri.

Jika berlarut dan menjadikan ini sebagai penghalang, percayalah tak ada karya besar di masa depan yang bisa kita hasilkan. Kita hanya akan tampil sebagai seorang yang kehilangan harapan.

Berhenti belajar sama dengan menghentikan harapan dan impian


Bila belajar tidak dijadikan sebagai budaya. Bila mengirim naskah ke media hanya karena motivasi sekejap mata, jangan pernah mengharapkan apa yang kita inginkan menjadi kenyataan.

Apa yang akan dimuat sang redaktur media? Apa yang akan dipertimbangkan beliau untuk lolos tidaknya proses kurasi? Belajar bisa dari mana saja, termasuk dari karya teman yang sudah tayang lebih dahulu.

Jangan berhenti mencari informasi media apapun yang ingin ditaklukkan


Ingin tembus media cerita anak, tetapi malas cari tahu tentang media tersebut? Uh, sangat nggak mungkin bisa jadi juara menaklukkan media. Bisa saja sih kita menunggu teman lain yang tayang lebih dahulu, lalu kita ikutan. Bisa kok begitu. Namun apakah ingin selalu menjadi ekor? Mau hanya berlaku sebagai pewaris bukan perintis?

Ketika sudah menjadi penulis cerita anak di media, jangan pelit berbagi


Berbagi itu benar-benar tidak akan membuat kita merugi, malah bertambah, lo. Saya sudah pernah merasakan dampak ini. Tak hanya pertambahan dari segi materi, tetapi juga silaturahmi. Kita nggak boleh jemawa sehingga malah berdampak kurang baik bagi karier kepenulisan kita.

Bagaimana jika tulisan kita dimuat di media yang terletak di luar kota? Bagaimana jika kita ingin membeli media yang memuat karya kita sebagai bahan dokumentasi? Semuanya itu bisa kita dapatkan dengan mudah jika silaturahmi kita selalu terjaga.

Jadi silaturahmi tak putus bukan hanya karena pinjaman uang seratus, ya.

Penutup


Sobat, legacy alias sesuatu yang ingin saya wariskan bagi calon penulis masa depan adalah beberapa pemahaman sederhana. Menjadi penulis bukan hanya perkara ingin tanpa usaha maksimal.

Prinsip-prinsip sederhana di atas bisa mulai diterapkan sebagai usaha untuk mendapatkan hasil besar. Selamat datang di dunia kepenulisan cerita anak dan jadilah mendunia! (*)
Karunia Sylviany Sambas
Karunia Sylviany Sambas Saya adalah seorang tenaga kesehatan yang suka menulis, membaca dan mempelajari hal-hal baru. Alamat surel: karuniasylvianysambas@gmail.com Selain di sini, saya juga menulis di Rekam Jejak Sang Pemimpi, Ketika Jejakku Menginspirasimu, Berlayar & Menambatkan Impian, Meniti Jembatan Impian, Jejak Inspirasi Sylviany, Cakrawala Baca Sylvia

10 komentar untuk "Derak Legacy untuk Penulis Cerita Anak"

  1. Boleh nih mbak, ajari saya tentang dunia kepenulisan cerita anak. Mimpi yang belum terwujud 🙈

    BalasHapus
  2. Buku cerita anak Indonesia makin berkualitas lho! Senang deh read aloud untuk anakku karena ceritanya bagus, punya hikmah ilustrasinya menarik. Semoga makin lestari yaa dan banyak penulis cerita anak supaya literasi di Indonesia makin maju.

    BalasHapus
  3. Aku selalu saja salut dan kagum pada penulis cerita anak. Imajinasinya itu lho keren. Hal-hal sederhana di keseharian kita bisa dikemas dengan manis dan menarik dengan bahasa anak-anak dan sarat pesan moral

    BalasHapus
  4. Sangat menggoda imajinasi! Judul ini memberikan kesan petualangan yang seru dan penuh warna di dunia imajinasi.

    BalasHapus
  5. Mengaminkan panjang dan dalam untuk doanya.
    Semoga anak-anak kita, selalu mendapatkan rezeki materi bacaan yang bermanfaat dan pastinya sesuai dengan bahasa yang mereka pahami.
    Aamiin ya Allah

    BalasHapus
  6. Gak mudah ya untuk menulis cerita dengan gaya anak-anak ini. Daku pernah, cuma kek belum gereget gitu hehe.
    Walau sih seperti jadi flashback ke masa kecil juga. Latihan diperlukan.

    BalasHapus
  7. Contoh berbaginya ini seperti apa ya, Kak? Ada masanya rajin bagi-bagi buku gratis ke sesama penulis atau teman, tapi kadang ada keterbatasan anggaran kita juga.

    BalasHapus
  8. Dulu, aku punya cita-cita jadi penulis cerita anak. Pengen punya buku anak yang aku tulis sendiri, lalu jadi bacaan buat anak-anak aku. Tapi, cita-cita itu masih belum berani aku wujudkan. Khawatir belum bisa konsisten.

    BalasHapus
  9. Menulis cerita anak ini gak mudah yaa.. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana, mencoba untuk menyampaikan pesan yang baik untuk anak-anak. Pastinya legacy terbaik untuk penulis adalah karyanya yang terus menerus bermanfaat dari generasi ke generasi.

    Barakallahu fiik~

    BalasHapus
  10. Aku pernah berpikir kalau menulis cerita anak itu mudah sekali. Setelah bekerja di penerbit buku dan memegang proyek buku anak, ternyata untuk menentukan nilai yang ingin disampaikan dan imajinasi penulis itu bukan perkara mudah. Salut.

    BalasHapus