5 Langkah Menulis Cerita Anak Berdasarkan Ide

Menulis cerita anak itu termasuk gampang atau susah, sih? Hehehe, pertanyaan ini sering kali ditanyakan dalam sebuah webinar kepenulisan. Menulis cerita anak bisa termasuk kategori susah payah, tetapi tak menjadi persoalan buat para senior penulis cerita anak.

Menulis Cerita Anak Ternyata Mudah!


menulis-cerita-anak-berdasarkan-ide.webp


Setidaknya bagi kita yang baru memulai karier di dunia kepenulisan cerita anak, ada, lo, cara agar kita bisa menulis cerita anak berdasarkan ide. Yuk, simak tipsnya!

Tentukan tema


Tema ini akan mewarnai seluruh cerita anak yang kita tuliskan. Oleh sebab itu kita bisa memulai menulis rancangan cerita anak berdasarkan hal ini. Tentukan tema apa yang hendak kita tuliskan.

Tema itu misalnya tentang liburan, persahabatan, petualangan, kesedihan, dan lain sebagainya.

Jika menyasar untuk keperluan lomba, kita harus menyesuaikan dengan syarat yang berlaku, begitu pula jika ingin dikirimkan ke media cetak dan elektronik, tentu harus disesuaikan dengan persyaratan media tersebut, ya.

Tema cerita anak yang menarik pernah saya ulas di blog ini juga, lo!

Tentukan ide pokok


Selanjutnya, setelah tema terpilih, kita harus menentukan ide pokok dari tiap paragraf dalam cerita kita. Satu paragraf mengandung satu ide pokok, ya.

Misalnya, kita akan membuat cerita tentang persahabatan

Paragraf pertama, seorang anak yang baru pindah sekolah

Paragraf kedua, ada anak yang suka berteman dan tidak suka berteman

Paragraf ketiga, terjadi satu hal yang menyebabkan mereka semua menjalin persahabatan

Buat kalimat utama


Rangkaian selanjutnya adalah membuat kalimat utama. Kalimat ini akan mewakili tips selanjutnya, ya.

Kalimat utama ini menjadi ide pokok dalam tulisan.

Buat kalimat pengembang


Kalimat pengembang merupakan rincian dari kalimat utama. Misalnya, melanjutkan dari contoh sebelumnya, kita harus menuliskan rincian kejadian tentang persahabatan tersebut. Apa saja yang akhirnya dialami para tokoh cerita dalam cerita tersebut.

Rangkai paragraf dan Tentukan Judul


Kalimat utama dan pengembang selanjutnya dirangkai menjadi paragraf yang menggerakkan cerita.

Jangan lupa untuk menggunakan tanda penghubung, tanda baca, dan pemilihan kata sehingga memudahkan pemahaman pembaca.

Meskipun judul bisa diterapkan di awal penulisan, bagi beberapa orang bisa pula di akhir. Judul yang baik harus dapat menjelaskan isi cerita yang bisa menarik pembaca. Gunakan hanya beberapa kata dan jangan berikan efek penasaran bagi pembaca.

Nah, demikian 7 langkah menulis cerita anak berdasarkan ide. Mudah, bukan? Yuk, tentukan tema menulis cerita anak lalu lanjutkan hingga judul berhasil dibuat. Setelah jadi, kita berbagi di kolom komentar, ya! (*)
Karunia Sylviany Sambas
Karunia Sylviany Sambas Saya adalah seorang tenaga kesehatan yang suka menulis, membaca dan mempelajari hal-hal baru. Alamat surel: karuniasylvianysambas@gmail.com Selain di sini, saya juga menulis di Rekam Jejak Sang Pemimpi, Ketika Jejakku Menginspirasimu, Berlayar & Menambatkan Impian, Meniti Jembatan Impian, Jejak Inspirasi Sylviany, Cakrawala Baca Sylvia

10 komentar untuk "5 Langkah Menulis Cerita Anak Berdasarkan Ide"

  1. Seru yah, bisa menulis cerita anak.
    Selama ini yang kebayang tuh cerita anak adalah cerita yang bahasanya mudah dipahami. Membuat semua di sekitar kita dengan cara yang sederhana. Ini gak mudah dan butuh banyak jam terbang.

    BalasHapus
  2. Saya suka takjub sama penulis yang bisa nulis mengenai cerita anak. Bagi saya perlu imajinasi yang tinggi. Ingin juga belajar bisa nulis cerita anak

    BalasHapus
  3. Aku coba nulis cerita sejak SD, cuma dulu belum serius dikembangkan selain nggak ada yang support juga ilmunya masih terbatas banget.

    BalasHapus
  4. Wah jadi pingin nyoba nih..gimana ya rasanya nulis cerita anak

    BalasHapus
  5. Kelihatan nya mudah ya, tapi tetap saja mba supaya bagus ceritanya itu nggak mudah. Tata bahasa untuk cerita anak kan sedikit berbeda ya. Beberapa kali beli buku anak, ada yang kurang cocok untuk anak pilihan katanya.

    BalasHapus
  6. Kalau cerita anak itu ada aturan khusus berapa kalimat tiap paragrafnya nggak mbak?

    BalasHapus
  7. Kayaknya mudah ya mba....pas nulis kadang pusing. Menerjemahkan gaya bertutur kita yang orang dewasa, jadi bahasa anak2, kadang2 kurasakan koq ga nyambung hehehee...memang kudu banyak belajar nih saya

    BalasHapus
  8. Mba sylvi suka nulis certa anak juga ya hihu. Aku juga nih mbak cuma masih belum sempurna tulisanku.

    BalasHapus
  9. menulis cerita anak ini kalau menurut saya lebih susah ketimbang cerita dewasa karena kadang bahasanya harus disesuaikan dengan bahasa anak-anak

    BalasHapus
  10. Kalau cerita anak ini minimal berapa kata ya kak? Kira kira ada gak ya platform yang Nerima cerita anak kita, spill dong mbak

    BalasHapus