7 Rahasia Temukan Ide Menulis Cerita Anak

Menulis cerita anak memang bikin pusing, ya. Pusing karena saat membaca cerita anak itu kembali setelah dituliskan, kita merasa, ah cerita ini sudah pernah saya baca sebelumnya. Saya ingin ide unik yang benar-benar belum ada di dunia. Namun apakah bisa?

Seorang penulis senior selalu mewanti hal ini. Jika kita, para calon penulis cerita anak selalu mengharap ide yang tak pernah ada di muka bumi, bisa jadi karya kita pun tak akan pernah muncul di hadapan pembaca.

Jadi, gimana, dong, agar kita bisa tetap menghadirkan tulisan yang idenya mungkin sama, tetapi diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda. Hehehe, mirip resep masakan, ya.

Mencari dan Menemukan Ide Menulis Cerita Anak


ide-menulis-cerita-anak


Seringkali, pencarian ide untuk cerita anak bisa menjadi tantangan yang menantang. Bagaimanapun, dengan beberapa strategi yang tepat, kita dapat mengumpulkan inspirasi yang tak terbatas untuk menulis cerita yang menghibur dan mendidik bagi anak-anak.

1. Pengalaman Pribadi


Pertama-tama, tarik kembali ingatan Anda sendiri tentang masa kecil atau amati anak-anak di sekitar Anda. Apa yang membuat mereka tertawa? Apa yang menarik perhatian mereka? Amati reaksi mereka terhadap cerita, mainan, atau aktivitas tertentu.

Pengalaman dan kegembiraan dari masa kecil bisa menjadi sumber inspirasi yang tak ternilai. Tuliskan pengalaman-pengalaman tersebut dan pikirkan cara untuk mengembangkannya menjadi cerita yang menarik.

2. Lihat Lingkungan Sekitar


Mulailah dengan mengamati alam, hewan-hewan, tumbuhan, dan peristiwa sehari-hari. Anda bisa menulis tentang petualangan binatang di hutan, pengalaman unik saat berkemah, atau bahkan tentang musim dan perubahan cuaca.

Bisa juga dengan meninjau berita atau artikel tentang penemuan terbaru atau kejadian menarik yang terjadi di dunia nyata dan temukan cara untuk merangkumnya dalam bentuk cerita yang dapat dicerna oleh anak-anak.

3. Gunakan Imajinasi


Seorang penuliscerita anak bisa menceritakan tentang petualangan di galaksi lain, bertemu dengan makhluk-makhluk ajaib, atau bahkan tentang perjalanan waktu yang menarik. Imajinasi adalah kunci untuk menarik perhatian anak-anak dan membawa mereka ke dunia yang baru dan menarik.

4. Cek Minat dan Ketertarikan Anak-Anak


Yuk, luangkan waktu untuk mengenal calonn pembaca cerita dengan lebih baik. Apakah mereka suka binatang, superhero, atau cerita tentang persahabatan? Pelajari minat dan ketertarikan anak-anak, dan gunakan pengetahuan tersebut sebagai fondasi untuk cerita Anda.

5. Gunakan Konflik Sederhana


Pertimbangkan tantangan atau masalah yang relevan dengan pengalaman anak-anak, seperti mengatasi rasa takut, menemukan keberanian, atau belajar untuk bekerja sama.

Ceritakan bagaimana tokoh-tokoh dalam cerita menghadapi masalah tersebut dan temukan solusi yang kreatif.

6. Ramu Ide dari Cerita Tradisional

Kita juga bisa menjelajahi cerita-cerita klasik dari berbagai budaya dan temukan cara untuk mengadaptasinya ke dalam cerita anak-anak yang baru.

7. Jangan Takut untuk Mencoba Hal Baru


Calon penulis cerita anak juga bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda atau campuradukkan genre yang berbeda. Kadang-kadang, ide-ide yang paling unik adalah yang paling menarik bagi pembaca.

Berani mencoba hal baru dapat membuka pintu bagi ide-ide yang luar biasa dan tak terduga.

Kita bisa, lo, mengumpulkan inspirasi yang tak terbatas untuk menulis cerita anak yang kreatif dan menghibur. Ingatlah selalu bahwa proses mencari ide adalah bagian penting dari proses kreatif. Jangan pernah takut untuk memulai sampai akhirnya karya kita sampai pada pembaca cilik, ya! (*)
Karunia Sylviany Sambas
Karunia Sylviany Sambas Saya adalah seorang tenaga kesehatan yang suka menulis, membaca dan mempelajari hal-hal baru. Alamat surel: karuniasylvianysambas@gmail.com Selain di sini, saya juga menulis di Rekam Jejak Sang Pemimpi, Ketika Jejakku Menginspirasimu, Berlayar & Menambatkan Impian, Meniti Jembatan Impian, Jejak Inspirasi Sylviany, Cakrawala Baca Sylvia

12 komentar untuk "7 Rahasia Temukan Ide Menulis Cerita Anak"

  1. Aku belum pernah nulis cerita anak. Ternyata emang ide cerita anak itu bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari ya. Tantangannya bagi penulis cerita anak adalah menyajikan cerita unik dari kejadian biasa sehari-hari.

    BalasHapus
  2. Aku juga bberapa kali coba bikin cernak memang terinspirasi dari kegiatan sehari2 anakku, jugaa ceritanya dia setelah baca buku, imajinasinyaa kemana2, terus ditangkap deh sama emaknya pake tulisan

    BalasHapus
  3. Aku pengin banget coba bikin cerita anak. Tapi, bikin cetak ini punya challenge semdiri karena mesti menembus imaji anak-anak yang baca, 'kan? Kadang juga butuh filtering, apa ini cocok untuk dibaca anak-anak, terkait batasan-batasan yang mesti diperhatikan

    BalasHapus
  4. cerita anak ini tidak perlu konflik yang rumit ya, cukup konflik sederhana dan mereka sendiri yang menemukan solusinya

    BalasHapus
  5. Sebenarnya nulis cerita anak mudah jika kita peka ya kak, peka mengambil konflik sederhana di lingkungan sekitar tapi kenapa sedikit sekali penulis yg concern pada cerita anak ya kak?

    BalasHapus
  6. wah aku pengen bikin juga mbak, cuma kadang2 lebih seru diceritain langsung ke anaknya, pas nulis agak macet wkwk

    BalasHapus
  7. Buat saya membuat cerita anak itu gampang-gaampang susah karena harus membuat bahasa-bahasa sederhana yang dipahami oleh anak-anak. Harus banyak belajar lagi untuk menyelami dunia mereka untuk mendapat vibe dalam ceritanya. Tedrima kasih Kak Nia sudah memberikan insight tentang cara menemukan ide menulis untuk cerita anak ini

    BalasHapus
  8. Pengeen banget punya karya cerita anak. Saya suka baca cerita anak karena suka banyak dongeng nya. Asyiik aja gitu bacanya. Semoga setelah baca artikel ini kesampaian keinginan saya buat cerita anak.

    BalasHapus
  9. Belum pernah nulis cerita anak kayaknya seru, jadi pengen coba..

    BalasHapus
  10. Waaah mantap banget si ini mbaak.. jadi ada gambaran dan ide nulis cerita anak

    BalasHapus
  11. Mencari ide sebenarnya banyak ya, Kak. Cuma kadang kita terlalu mencari yang sempurna ya, hingga lupa yang sederhana

    BalasHapus
  12. jadi pengen coba belajar buat nulis cerita anak.. kayaknya seru...

    BalasHapus