Mata SePeLe Saat Latihan Game, Ini Solusinya!

“Jangan lupa latihan malam ini!”

Pesan itu muncul di grup kami tepat ketika aku baru saja selesai makan malam. Aku langsung tersenyum membaca pesan tersebut. Aku sedang bersemangat karena beberapa hari lagi kami akan mengikuti sebuah event e-sport yang sudah cukup lama kami tunggu.

Aku dan teman-temanku memang punya hobi yang sama. Kalau sedang punya waktu luang, kami sering bermain game bersama. Awalnya hanya untuk bersenang-senang setelah menyelesaikan aktivitas masing-masing. Lama-lama, karena semakin sering bermain dan mulai merasa kemampuan kami meningkat, kami memberanikan diri untuk ikut kompetisi kecil-kecilan.

Kali ini event-nya lebih besar. Ada banyak tim yang akan ikut. Artinya, kami tidak bisa hanya mengandalkan keberuntungan. Strategi, komunikasi, dan kerja sama tim harus benar-benar dipersiapkan.

“Pokoknya harus latihan serius. Jangan sampai kalah gara-gara komunikasi berantakan,” kata salah satu teman ketika kami melakukan latihan bersama.

Aku mengangguk setuju.

Sejak saat itu, jadwal latihan pun mulai lebih rutin.

Latihan di Depan Layar Berjam-Jam

Biasanya kami bermain sekitar satu atau dua jam. Namun menjelang event, durasinya menjadi lebih panjang.

Satu pertandingan selesai, lanjut evaluasi. Kemudian bermain lagi. Setelah itu membahas strategi. Belum lagi kami harus menonton kembali rekaman permainan untuk mencari kesalahan. Tanpa terasa, berjam-jam sudah berlalu di depan layar.

Awalnya aku merasa baik-baik saja. Sampai suatu malam saat sedang latihan dan pertandingan sedang berlangsung cukup sengit, aku mulai merasakan mataku terasa aneh.

Sedikit sepet.

Aku berkedip beberapa kali, mengabaikan rasa tak nyaman tadi dan terus melanjutkan permainan

Lagipula, pertandingan sedang seru dan tinggal beberapa menit lagi. Anehnya, rasa sepet itu semakin terasa. Mataku seperti cepat lelah dan sesekali muncul rasa perih ringan.

“Ah, paling cuma capek.” Kataku sendiri sambil tetap fokus ke layar komputerku.

Sampai akhirnya temanku bertanya,

“Bro, kok aim-mu mulai berantakan?”

Aku tertawa kecil.

“Kayaknya mataku capek.”

“Udah, istirahat dulu.”

Awalnya aku ingin menolak.

Tapi setelah kupikir lagi, ada benarnya juga. Percuma memaksakan diri kalau akhirnya justru membuat permainan semakin buruk.

Ternyata Mata Juga Punya Batas

Aku akhirnya berhenti sebentar. Kursi kugeser menjauh dari meja. Aku memejamkan mata dan membiarkannya beristirahat. Saat itu aku baru menyadari bahwa sejak tadi aku hampir tidak memberikan kesempatan kepada mata untuk berhenti bekerja.

Layar menyala tanpa henti. Mata terus fokus. Bahkan ketika permainan selesai, aku masih melihat layar untuk mengecek statistik pertandingan dan berdiskusi melalui chat. Belum lagi sebelumnya aku juga sempat menggunakan ponsel untuk beberapa urusan lain.

Aku mulai mengingat-ingat, sejak kapan rasa tak enak pada mata ini kurasakan. Mungkin selama ini aku terlalu menganggap remeh gejala yang akhir-akhir ini sering muncul. Kadang terasa sepet, kadang perih dan semuanya itu kuabaikan. Karena ya itu tadi, aku mengganggapnya sebagai mata lelah biasa saja dan akan hilang jika aku tidur nanti.

Padahal, tidak begitu. Buktinya sekarang, mataku semakin nggak nyaman dan ini pastinya mengganggu aktivitas yang sedang kulakukan, termasuk latihan untuk persiapan event yang sebentar lagi tiba.

Persiapan Bukan Cuma Soal Strategi

Sejak kejadian itu, aku mulai mengubah cara latihan. Aku dan teman-teman tetap berlatih, tetapi sekarang kami lebih disiplin memberikan waktu istirahat. Setelah beberapa pertandingan, kami berhenti sebentar.

Aku juga berusaha mengurangi kebiasaan menatap layar tanpa jeda dan memastikan pencahayaan ruangan cukup nyaman. Selain itu, aku selalu menyediakan #InstoDryEyes di dekat meja.

Pertama kali pakai Insto Dry Eyes ini sebenarnya secara tak sengaja. Waktu itu mataku tiba-tiba kemasukan debu dan ayah menyarankan untuk pakai produk imut dengan kotak berwarna biru langit ini. Akhirnya aku pun membeli lagi beberapa kotak sekaligus untuk teman-temanku. Untuk berjaga-jaga saja karena beberapa kali mataku terasa kering setelah terlalu lama berada di depan layar.

Sekarang, rasanya lebih tenang karena ketika mata terasa kering atau tidak nyaman, aku sudah punya sesuatu yang bisa kuandalkan dan #BebasMataKering.

Tentu saja, bukan berarti setelah punya obat tetes mata aku bisa bebas menatap layar selama berjam-jam tanpa istirahat ya? Justru ini bikin aku makin sadar bahwa menjaga mata tetap nyaman harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

Hari Pertandingan Akhirnya Datang

Hari event pun tiba. Sejak pagi kami sudah mempersiapkan semuanya. Perangkat dicek. Koneksi internet dipastikan aman. Headset disiapkan. Strategi kembali dibicarakan. Dan tentu saja, aku tidak lupa memasukkan #InstoDryEyes ke dalam tas. Seperti yang kubilang sebelumnya, untuk jaga-jaga siapa tahu kubutuhkan nantinya.

Sebelum pertandingan dimulai, aku bahkan sempat tersenyum sendiri. Beberapa hari lalu, mata sepet kuabaikan dan kuanggap sebagai sesuatu yang tidak penting. Padahal, kalau dibiarkan, rasa tidak nyaman itu bisa saja muncul lagi ketika aku sedang membutuhkan konsentrasi penuh.

Seperti dalam pertandingan e-sport yang akan kuikuti ini, fokus sangatlah penting. Sedikit saja kehilangan konsentrasi, keputusan yang salah bisa memengaruhi permainan seluruh tim. Karena itu, aku tidak ingin masalah kecil pada mataku nanti bisa menjadi gangguan ketika pertandingan berlangsung.

Ketika event di mulai, kami pun bermain sebaik mungkin. Ada pertandingan yang berjalan mulus, ada juga yang membuat jantungku rasanya mau copot. Aku dan teman-teman satu tim saling memberi semangat dan tetap menjaga komunikasi.

Di sela-sela pertandingan, kuusahakan untuk sering berkedip dan bila sempat #InstoDryEyes kuteteskan ke mata sesuai petunjuk pada kemasan. Supaya mataku tetap nyaman selama sampai pertandingan berakhir.

Menang Penting, Tapi Mata Tak Kalah Penting

Pada akhirnya, event tersebut menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Menang atau kalah memang menjadi bagian dari kompetisi. Namun, ada hal lain yang justru lebih penting yang kubawa pulang.

Aku belajar bahwa persiapan mengikuti event e-sport bukan hanya soal latihan strategi, meningkatkan kemampuan, atau memastikan perangkat dalam kondisi terbaik. Kondisi diri sendiri juga perlu diperhatikan termasuk mata.

Buatku yang memang suka bermain game, layar sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Makanya, aku tidak lagi menunggu sampai mata benar-benar terasa tidak nyaman baru mulai peduli. Kalau mulai terasa sepet, aku akan berhenti sejenak. Kalau terasa lelah, aku akan memberikan jeda untuk beristirahat. Dan kalau mata terasa kering atau tidak nyaman, langsung aku teteskan Insto Dry Eyes sesuai kebutuhan. Intinya, #MataSePeLejanganSepelein.

Sebab sehebat apa pun strategi permainan, secanggih apa pun perangkat yang kita gunakan, dan seseru apa pun pertandingan yang diikuti, semuanya tetap akan terasa kurang kalau mata tidak nyaman.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url