Bicara Soal Palestina, Kiprah Tenaga Medis yang Istimewa

Saatnya masa liburan, nih, ya? Terus, bagi teman-teman yang sudah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA, adakah yang berniat melanjutkan pendidikan ke sekolah kesehatan, misalnya menjadi tenaga medis?

Bisa jadi sobat langsung menjawab, ya. Namun bisa jadi juga menjawab setelah membutuhkan beberapa detik untuk berpikir. Apakah menjadi tenaga medis masih cukup menjanjikan secara materi di masa depan? 

Apakah menjalani kuliah kesehatan cukup mudah? Dan mungkin banyak pertanyaan lain yang bisa jadi membuat keraguan untuk mengatakan ya semakin bertambah.

Menjadi Tenaga Kesehatan, Sebuah Langkah Terarah


tenaga-kesehatan-palestina.webp


Sobat, melihat tayangan televisi dan menyaksikan perjuangan saudara-saudara kita di Palestina dalam mempertahankan wilayahnya sungguh membuat kita sangat miris, ya. Tragedi kemanusiaan yang belum juga mendapatkan penyelesaian.

Kita bisa juga saksikan bahwa banyak tenaga kesehatan yang juga terlibat di dalamnya. 

Dalam sebuah artikel yang saya temukan di CNN Indonesia menyatakan bahwa betapa hebatnya para tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Indonesia.

Emily Callahan, perawat yang baru-baru ini dievakuasi dari daerah kantong tersebut, mengatakan bahwa nakes di Rumah Sakit Indonesia merupakan orang paling luar biasa yang pernah dia temui.

"Saya ingin mengingatkan orang-orang bahwa mereka yang tertinggal adalah pahlawan. Mereka tahu mereka akan mati, dan mereka tetap memilih untuk tetap tinggal," kata Callahan.

Masyaallah, ternyata dunia memberikan apresiasi yang begitu besar bagi kehadiran tentara berseragam putih-putih itu.

Mereka yang memberikan tenaga pun sanggup mempertaruhkan nyawa. Tentunya berharap syahid di medan juang.

Ketika menjadi seorang pengajar dan melaksanakan promosi sekolah, miris karena banyak keluarga telah didatangi dan hasilnya di luar dugaan, tak ada minat berarti untuk menjadi tenaga medis! 

Jikapun ada yang berminat, mereka akan memberikan sejumlah penawaran agar pihak sekolah dapat memberikan privilege bagi mereka, sehingga mereka bisa kuliah dan bekerja dalam satu waktu.

Yes, sekolah kesehatan sepertinya memang menurun pamornya di tengah kemajuan dunia digital. Terus adakah beberapa hal yang bisa membantu kita lebih memahami bahwa menjadi seorang tenaga kesehatan itu merupakan hal yang mulia sejak dahulu hingga nanti.

Tak hanya untuk diri, tetapi keluarga


Saat saya bingung memutuskan tempat kuliah, Papa menyarankan untuk mengambil sekolah kesehatan.

“Biar ada yang paham-paham tentang kesehatan di rumah kita,” harap Papa.

Saya yang awalnya lulus di fakultas pertanian, kembali berpikir. Bisa jadi kuliah kesehatan adalah jalan saya. Karena saat itu posisi fakultas pertanian berada di luar provinsi. Sebagai sulung, orang tua masih terlalu berat untuk melepaskan anaknya ini.

Segala Ilmu adalah Ladang Pahala


Tak dapat dimungkiri bahwa aneka ilmu yang didapatkan di bangku kuliah sangat bermanfaat bagi orang sekitar. Ilmu tersebut dapat digunakan untuk kebaikan bagi orang sekitar. Jadi, sangat disayangkan jika sejak awal kita tidak meniatkan segala ilmu yang kita cari ini kelak akan bisa dimanfaatkan untuk memupuk ladang pahala.

Kesehatan sangat berharga


Ada orang yang dilimpahi harta tetapi dalam kondisi kurang sehat. Apa yang akhirnya terjadi? Sungguh nikmat sehat itu sangat berharga.

Jika kita menjadi tenaga kesehatan, otomatis kita akan lebih mendalami ilmu tentang kesehatan yang pada akhirnya membuat kebiasaan kita pun menjadi lebih sehat. Bagaimana dengan teman dan lingkungan sekitar? Sepertinya sebagai tenaga kesehatan, kita akan lebih peka terhadap kondisi kesehatan mereka, ya.

Kembali ke soal Palestina, bagaimana tenaga kesehatan di sana?

Tenaga kesehatan di sana masih terus berjuang hingga detik ini. Walaupun kita bisa saksikan dari televisi dan media sosial bahwa mereka tidak dalam kondisi baik-baik saja untuk mempertahankan hidup orang lain pun hidup mereka sendiri.

Lantas apa yang bisa kita lakukan melihat kenyataan ini? Doa adalah senjata mukmin. Gunakan hal ini sebagai alat kita meminta rido sang maha. Jika ada urusan yang ditujukan bagi perjuangan mereka, semoga kita lebih ringan untuk memberikan bantuan. Semoga akan ada penyelesaian terbaik dari ini semua.

Begitu mulia peran tenaga kesehatan, khususnya dalam situasi peperangan. Apakah sahabat tertarik untuk kuliah di bidang kesehatan? Bagaimana tanggapan sahabat tentang kiprah tenaga kesehatan selama ini? Yuk, berbagi di kolom komentar! (*)
Karunia Sylviany Sambas
Karunia Sylviany Sambas Saya adalah seorang tenaga kesehatan yang suka menulis, membaca dan mempelajari hal-hal baru. Alamat surel: karuniasylvianysambas@gmail.com Selain di sini, saya juga menulis di Rekam Jejak Sang Pemimpi, Ketika Jejakku Menginspirasimu, Berlayar & Menambatkan Impian, Meniti Jembatan Impian, Jejak Inspirasi Sylviany, Cakrawala Baca Sylvia

Posting Komentar untuk "Bicara Soal Palestina, Kiprah Tenaga Medis yang Istimewa"