Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Menulis Cerita Anak

Menulis cerita anak membutuhkan kecermatan dan perhatian khusus agar dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi para pembaca cilik. Sebelum Anda mulai merangkai kata-kata untuk cerita anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil akhirnya dapat memikat hati anak-anak. 

Menulis Cerita Anak? Cek Tips Ini!


tips-sebelum-menulis-cerita-anak


Berikut adalah tujuh hal yang perlu diperhatikan sebelum menulis cerita anak:

1. Pilih Tema yang Relevan


Pilih tema cerita yang relevan dengan dunia anak-anak. Gunakan imajinasi dan kreativitas untuk menciptakan kisah yang dapat menginspirasi dan menghibur mereka.

2. Gunakan Bahasa yang Sederhana


Anak-anak mungkin belum memahami kosakata rumit. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar mereka dapat menyerap cerita dengan baik.

3. Kembangkan Karakter yang Menarik


Ciptakan karakter yang memiliki kepribadian unik dan menarik. Hal ini dapat membuat anak-anak lebih terhubung dengan cerita dan merasa terlibat dalam perjalanan karakter.

4. Tambahkan Moral atau Nilai Positif


Cerita anak sebaiknya mengandung pesan moral atau nilai positif. Hal ini membantu membentuk karakter anak-anak dan mengajarkan mereka tentang kebaikan, kerjasama, atau nilai-nilai positif lainnya.

5. Gunakan Ilustrasi yang Menarik


Ilustrasi adalah bagian penting dalam buku anak-anak. Pastikan ilustrasi mendukung cerita dan menarik perhatian anak-anak, membantu mereka memahami alur cerita.

6. Perhatikan Panjang Cerita


Sesuaikan panjang cerita dengan rentang perhatian anak-anak. Jangan membuatnya terlalu panjang agar mereka tidak kehilangan minat.

7.  Uji Cerita pada Anak-Anak


Sebelum menerbitkan cerita, uji dulu pada target audiens. Dapatkan umpan balik dari anak-anak untuk memastikan cerita Anda dapat menghibur dan menyentuh hati mereka.

Dengan memperhatikan ketujuh hal ini, Anda dapat menciptakan cerita anak yang menghibur, mendidik, dan meninggalkan kesan positif pada pembaca muda.
Karunia Sylviany Sambas
Karunia Sylviany Sambas Saya adalah seorang tenaga kesehatan yang suka menulis, membaca dan mempelajari hal-hal baru. Alamat surel: karuniasylvianysambas@gmail.com Selain di sini, saya juga menulis di Rekam Jejak Sang Pemimpi, Ketika Jejakku Menginspirasimu, Berlayar & Menambatkan Impian, Meniti Jembatan Impian, Jejak Inspirasi Sylviany, Cakrawala Baca Sylvia

9 komentar untuk "Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Menulis Cerita Anak"

  1. Wah ka Nia. Ini cita-cita saya banget pengen menulis cerita anak..tips nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Membantu sekali tipsnya mbak. Semoga bisa saya praktikan mbak.

    BalasHapus
  3. jadi refresh lagi nih, sudah lama ga nulis cerita anak, kangen nulis cerita anak ini, someday ingin punya buku tentang cerita anak ini

    BalasHapus
  4. tantangan menulis cerita anak itu: membuat karakter yang unik dan bisa menggerakkan cerita lalu menggunakan 'bahasa anak-anak' ini yang luar biasa susah ^_^'

    BalasHapus
  5. Bagi saya menulis cerita anak itu nggak mudah, karena kita harus bisa menyampaikan isi cerita dengan bahasa anak yang mudah dimengerti. Ditunggu ya mbak, kelas sharing membuat cerita anak.

    BalasHapus
  6. Pas banget nih artikelnya, aku lagi mau nulis cerita anak, cerita anak nulisnya susah susah gampang ya kelihatan mudah tapi ternyata cerita singkat begini harus menghibur sekaligus mengandung pesan moral untuk ansk

    BalasHapus
  7. Rasanya saya belum pede menulis cerita anak...seperti lebih sulit aja gitu ya...tips seperti ini bisa dicoba untuk memudahkan

    BalasHapus
  8. Wah terima kasih tipsnya, Mbak. Saya sedang tertarik juga untuk menulis cerita anak. Menantang sekali karena harus sederhana tapi bermakna positif bagi anak

    BalasHapus