Cara Menulis Cerita Pendek Islami tentang Kejujuran

Setelah sebelumnya membahas tentang pesan moral dari cerita pendek islami, saatnya kita mengurai lebih lanjut tentang salah satu pesan moral yang mesti disampaikan, yakni perkara kejujuran (shiddiq).

Cerita pendek anak islami tentang kejujuran mungkin sudah banyak macam ragamnya, tetapi tidak ada salahnya kita merangkumnya dalam satu ulasan.

Cara Menulis Cerita Pendek Islami


Cara Menulis Cerita Pendek Islami yang Menggugah


Apakah cara menulis cerita pendek islami tersebut cukup sulit? Ayo, pejamkan mata sejenak. Lalu rasakan perlahan saat banyak nasihat, baik secara online maupun langsung kita terima, sementara saat itu kita sedang tidak baik-baik saja.

Tentukan Satu Kepentingan yang kamu Inginkan


Saat ini kita akan menulis cerpen anak Islami tentang kejujuran, tentukan dahulu kepentingan apa yang kamu inginkan saat tercapai. Dalam pengertian ini adalah media, baik online dan offline serta bimtek.

Apakah naskah yang kamu ikutkan ini akan diikutkan dalam sebuah lomba, dikirim ke penerbit atau cukup menjadi dokumen pribadi.

Kepentingan tersebut akan membawa kita pada nasib naskah tersebut selanjutnya. Jika akan diikutkan lomba, sebuah naskah harus ditulis sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Begitu pula jika ingin dikirimkan ke penerbit. Penulis tinggal menyesuaikan syarat dan ketentuan lomba dan penerbit, ya.

Hal ini akan jadi cerita berbeda saat sobat mengarahkan cerita anak tema kejujuran untuk dokumen pribadi saja. Selayaknya milik pribadi lainnya, sobat hanya tinggal mengikuti sesuai arahan

Tentukan Satu Contoh Sifat yang Menunjukkan Kejujuran


Cerita yang dibagun sejak awal harus sudah ditentukan kejujuran yang dibangun seperti apa. Apakah kejujuran saat bergaul di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat lainnya?

Kejujuran yang terbangun sejak awal seperti ini tidak akan menghambat

Kejujuran dalam bersikap yang mana dipilih itu pun tak menjadi soal karena semuanya dapat dituliskan asalkan disesuaikan dengan kebutuhan.

Ambil satu sikap kejujuran yang terjadi baru-baru ini di lingkungan terdekat lalu kembangkan dalam beberapa kalimat. 

Menulis dengan Hati-Hati


Menulis cerita anak islami bersumber Alquran dan Hadis memang harus dilakukan sepenuh hati agar hasil tulisan/buku dituliskan tidak berkontribusi menyebarkan hal-hal yang tidak dibenarkan.

Gunakan ayat Al-Quran, hadits, atau kisah teladan dari nabi dan sahabat untuk memperkuat pesan moral. Sisipkan nilai-nilai Islam seperti keimanan, ketaatan, dan rasa syukur dalam cerita.

Jika menggunakan bantuan internet untuk mendapatkan ayat dan terjemahannya, pastikan pula mengambil sumber dari website yang disarankan seperti https://quran.kemenag.go.id/

Tidak semua sumber, meski dengan embel-embel Alquran dan Hadis layak untuk dijadikan referensi.

Menentukan Tokoh dan Latar


Ciptakan karakter relatable yang bisa menjadi panutan bagi anak-anak. Tokoh utama bisa anak-anak seusia mereka, orang tua, nabi, sahabat, atau figur inspiratif lainnya. Latar cerita bisa di zaman modern, masa lampau, atau bahkan dunia fantasi.

Memilih berdasarkan hal ini akan membuat anak semakin dekat dengan karakter yang disajikan dalan bacaan sehingga ia tidak merasa canggung bahkan dengan mudah menerima transfer ilmu dari tulisan tersebut. 

Merumuskan Konflik dan Pesan Moral


Cerita yang menarik memiliki konflik yang membuat penasaran. Konflik ini bisa berpusat pada dilema moral yang dihadapi tokoh utama terkait kejujuran. Contohnya, tergoda untuk berbohong demi keuntungan pribadi atau berani berkata jujur meskipun berisiko dihukum.

Pesan moral yang ingin disampaikan harus jelas dan tertanam dalam cerita. Contohnya, pentingnya selalu berkata jujur, meskipun sulit, karena kejujuran akan membawa kebaikan dan ketenangan batin.

Tidak harus berat-berat, kok. Bahkan menyampaikan hal sederhana saja yang dikemas dengan menarik akan membuat anak tertarik untuk melanjutkan bacaan. 

Menjaga Gaya Bahasa dan Alur Cerita


Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan target pembaca. Susun alur cerita yang menarik dan penuh kejutan agar anak-anak tidak bosan.

Masing-masing jenjang baca memiliki kemampuan baca yang berbeda pula. Jika menilik dari perjenjangan yang dikeluarkan baru-baru ini mungin kita sudah banyak ketinggalan. 

Namun tetap saja kita tak boleh berhenti menulis dan terus mencari satu hal baru untuk kemudian kita olah dalam alur cerita. 

Memberikan Kesimpulan yang Menginspirasi


Akhiri cerita dengan kesimpulan yang menegaskan pesan moral dan memberikan inspirasi bagi anak-anak untuk selalu berpegang teguh pada kejujuran.

Kesimpulan ini tidak mesti disampaikan secara gamblang, ya. Sahabat bisa pula menyampaikannya dengan tersirat. Anak-anak lebih suka hal semacam ini daripada terkesan menggurui. 

Tips Tambahan Menulis Cerita Anak Islami tema Kejujuran


Menulis Cerita Anak Islami tema Keberanian


  • Gunakan kalimat yang deskriptif dan dialog yang menarik untuk menghidupkan cerita.
  • Sisipkan humor dan teka-teki untuk membuat cerita lebih menyenangkan.
  • Gunakan ilustrasi atau gambar untuk menarik perhatian anak-anak.
  • Lakukan riset terlebih dahulu untuk memastikan informasi yang disampaikan akurat.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat menulis cerita Islami bertema kejujuran yang menarik dan inspiratif bagi anak-anak. (*)
Karunia Sylviany Sambas
Karunia Sylviany Sambas Saya adalah seorang tenaga kesehatan yang suka menulis, membaca dan mempelajari hal-hal baru. Alamat surel: karuniasylvianysambas@gmail.com Selain di sini, saya juga menulis di Rekam Jejak Sang Pemimpi, Ketika Jejakku Menginspirasimu, Berlayar & Menambatkan Impian, Meniti Jembatan Impian, Jejak Inspirasi Sylviany, Cakrawala Baca Sylvia

Posting Komentar untuk "Cara Menulis Cerita Pendek Islami tentang Kejujuran"